|
Bab |
Tentang |
Pasal |
Ayat |
Inti |
|
I – Bentuk dan Kedaulatan |
Bentuk |
1 |
1 |
Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan Bentuk = Republik |
|
Kedaulatan |
2 |
Kedaulatan di tangan rakyat Kedaulatan berdasarkan UU |
||
|
Negara Hukum |
3 |
Negara Indonesia -> Negara Hukum |
||
|
II – MPR |
Anggota MPR |
2 |
1 |
MPR = DPR + DPD DPR + DPD dipilih melalui Pemilu Pemilu DPR + DPD berdasarkan UU |
|
Sidang MPR |
2 |
Sidang MPR minimal 1x 5 tahun Sidang MPR di Ibukota Negara |
||
|
Putusan MPR |
3 |
Putusan MPR berdasarkan voting |
||
|
Wewenang MPR |
3 |
1 |
Wewenang MPR = Mengubah dan Menetapkan UUD |
|
|
2 |
Wewenang MPR = Melantik Presiden + Wapres |
|||
|
3 |
Wewenang MPR = Memberhentikan Presiden + Wapres menurut UUD |
|||
|
III – Kekuasan Pemerintahan Negara |
Wewenang Utama Presiden |
4 |
1 |
Wewenang Presiden = Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD |
|
2 |
Presiden dibantu 1 orang Wapres |
|||
|
5 |
1 |
Wewenang Presiden = Mengajukan RUU pada DPR |
||
|
2 |
Wewenang Presiden = Mengajukan PP |
|||
|
Syarat Presiden/Wapres |
6 |
1 |
Syarat Utama menjadi Presiden/Wapres: a. WNI sejak lahir b. tidak pernah menerima WN lain karena kemauan sendiri c. tidak pernah mengkhianati negara d. mampu secara jasmani dan rohani untuk melaksanakan tugas |
|
|
2 |
Syarat menjadi Presiden/Wapres diatur UU |
|||
|
Pemilihan Presiden/Wapres |
6A |
1 |
Presiden/Wapres dipilih satu pasangan Presiden/Wapres dipilih langsung oleh rakyat |
|
|
2 |
Capres/Cawapres diusulkan Parpol/gabungan Parpol sebelum Pemilu |
|||
|
3 |
Syarat Pemilu 1 Putaran: a. >50% dari total suara b. Minimal 20% suara di setiap provinsi dari >50% total provinsi |
|||
|
4 |
Jika tidak memenuhi Syarat Pemilu 1 Putaran: 2 pasang Capres-Cawapres yang memperoleh suara terbanyak dipilih untuk menentukan pemenang (2 Putaran) |
|||
|
5 |
Tata Cara Pemilihan Presiden/Wapres diatur UU |
|||
|
Masa Jabatan Presiden/Wapres |
7 |
|
Presiden/Wapres menjabat selama 5 tahun, setelah itu Presiden/Wapres dapat dipilih lagi untuk 1x masa jabatan. |
|
|
Pemberhentian Presiden/Wapres |
7A |
|
Presiden/Wapres dapat diberhentikan oleh MPR atas usul DPR apabila: a. melakukan pelanggaran hukum (pengkhianatan negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat, atau perbuatan tercela) b. tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden/Wapres |
|
|
Mekanisme Pemberhentian Presiden/Wapres |
7B |
1 |
Usul pemberhentian Presiden/Wapres hanya dapat dilakukan setelah mengajukan permintaan kepada MK |
|
|
2 |
Usul tersebut dalam rangka fungsi pengawasan DPR |
|||
|
3 |
Pengajuan permintaan kepada MK hanya dapat dilakukan jika: a. Sidang Paripurna dihadiri minimal 2/3 jumlah anggota DPR b. Disetujui oleh minimal 2/3 jumlah anggota DPR yang hadir |
|||
|
4 |
MK wajib memeriksa, mengadili, dan memutuskan permintaan tersebut maksimal 90 hari sejak diterimanya permintaan oleh MK |
|||
|
5 |
Jika MK menyetujui, DPR mengadakan sidang paripurna untuk memberikan usul pemberhentian Presiden/Wapres kepada MPR |
|||
|
6 |
MPR wajib mengadakan sidang untuk memutuskan usul pemberhentian Presiden/Wapres maksimal 30 hari sejak diterimanya usul tersebut oleh MPR |
|||
|
7 |
Keputusan MPR tersebut harus diambil jika: a. Sidang Paripurna dihadiri minimal ¾ jumlah anggota MPR b. Disetujui oleh minimal 2/3 jumlah anggota MPR yang hadir c. Setelah Presiden/Wapres diberi kesempatan menyampaikan penjelasan |
|||
|
Pembekuan/ Pembubaran DPR |
7C |
|
Presiden tidak berwenang membekukan/membubarkan DPR |
|
|
Kekosongan Kekuasaan Eksekutif |
8 |
1 |
Jika terjadi kekosongan Presiden, kekuasaan eksekutif digantikan oleh Wapres |
|
|
2 |
Jika terjadi kekosongan Wapres: a. Presiden mengajukan 2 calon b. MPR mengadakan sidang untuk menentukan Wapres maksimal 60 hari |
|||
|
3 |
Jika terjadi kekosongan Presiden dan Wapres dalam waktu bersamaan: a. Kekuasaan eksekutif dilaksanakan oleh Menlu, Mendagri, dan Menhan secara bersama-sama b. MPR mengadakan sidang untuk menentukan Presiden dan Wapres dari dua Parpol peraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam Pemilu sebelumnya |
|||
|
Sumpah – Janji Presiden/Wapres |
9 |
1 |
Sebelum menjabat, Presiden/Wapres bersumpah atau berjanji di hadapan MPR/DPR |
|
|
2 |
Jika MPR/DPR tidak dapat mengadakan sidang, Presiden/Wapres bersumpah atau berjanji di hadapan pimpinan MPR dengan disaksikan pimpinan MA |
|||
|
Kekuasaan Tertinggi TNI |
10 |
|
Wewenang Presiden = Memegang kekuasaan tertinggi atas AD, AL, dan AU |
|
|
Perjanjian Internasional |
11 |
1 |
Wewenang Presiden = Menyatakan perang, membuat perdamaian, dan mengadakan perjanjian dengan negara lain |
|
|
2 |
Jika Perjanjian Internasional tersebut: a. berdampak signifikan pada beban keuangan negara b. mengharuskan perubahan/pembentukan UU Maka Perjanjian Internasional tersebut harus dengan persetujuan DPR |
|||
|
3 |
Ketentuan Perjanjian Internasional diatur UU |
|||
|
Pernyataan Keadaan Bahaya |
12 |
|
Wewenang Presiden = Menyatakan keadaan bahaya Hal ini diatur UU |
|
|
Duta dan Konsul |
13 |
1 |
Wewenang Presiden = Mengangkat duta dan konsul |
|
|
2 |
Pengangkatan duta dan konsul, memperhatikan pertimbangan DPR |
|||
|
3 |
Penerimaan duta negara lain, memperhatikan pertimbangan DPR |
|||
|
Grasi, Rehabilitasi Amnesti, dan Abolisi |
14 |
1 |
Wewenang Presiden = Memberikan grasi dan rehabilitasi Pemberian grasi dan rehabilitasi, memperhatikan pertimbangan MA |
|
|
2 |
Wewenang Presiden = Memberikan amnesti dan abolisi Pemberian amnesti dan abolisi, memperhatikan pertimbangan DPR |
|||
|
Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan |
15 |
|
Wewenang Presiden = Memberi gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan. Pemberian gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan diatur UU |
|
|
Dewan Pertimbangan |
16 |
|
Wewenang Presiden = Membentuk dewan pertimbangan yang betugas memberikan nasehat dan pertimbangan kepada Presiden |
|
|
IV – Dewan Perimbangan Agung |
|
|
|
|
|
V – Kementerian Negara |
Kementerian Negara |
17 |
1 |
Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara |
|
2 |
Wewenang Presiden = Mengangkat dan memberhentikan menteri |
|||
|
3 |
Setiap menteri membidangi urusan tertentu |
|||
|
4 |
Pembentukan, pengubahan, dan pengubahan kementerian negara diatur UU |
|||
|
VI – Pemerintah Daerah |
Pemerintahan Daerah |
18 |
1 |
NKRI terdiri dari provinsi-provinsi Provinsi dibagi atas kabupaten dan kota Tiap provinsi, kabupaten, dan kota mempunyai pemeintahan daerah yang diatur dengan UU |
|
2 |
Pemerintahan daerah mengatur urusan pemerintahan sendiri menurut asas otonomi dan tugas pembantuan |
|||
|
3 |
Pemerintahan daerah memiliki DPRD yang anggotanya dipillih melalui pemilu |
|||
|
4 |
Gubernur, Bupati, dan Walikota dipilih secara demokratis |
|||
|
5 |
Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan Pemerintah Pusat yang ditentukan UU |
|||
|
6 |
Pemerintahan daerah berhak menetapkan perda dan peraturan lain |
|||
|
7 |
Susunan dan tata cara pemerintahan daerah diatur UU |
|||
|
Otonomi Daerah |
18A |
1 |
Hubungan wewenang Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta antar Pemerintah Daerah, diatur UU dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah |
|
|
2 |
Hubungan keuangan, pelayanan umun, SDA, dan sumber daya lainnya diatur UU |
|||
|
Otonomi Khusus |
18B |
1 |
Negara mengakui dan menghormati pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur UU |
|
|
2 |
Negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat serta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai perkembangan masyarakat dan prinsip NKRI yang diatur UU |
|||
|
VII – DPR |
Anggota DPR |
19 |
1 |
Anggota DPR dipilih melalui Pemilu |
|
Susunan DPR |
2 |
Susunan DPR diatur UU |
||
|
Sidang DPR |
3 |
DPR bersidang minimal 1x setahun |
||
|
Wewenang Utama DPR |
20 |
1 |
Wewenang DPR = Membentuk UU |
|
|
2 |
RUU dibahas DPR dan Presiden untuk persetujuan bersama |
|||
|
3 |
Jika tidak mendapat persetujuan bersama, RUU tidak boleh diajukan lagi dalam sidang DPR masa itu |
|||
|
4 |
Presiden mengesahkan RUU yang disetujui bersama untuk menjadi UU |
|||
|
5 |
Apabila RUU tersebut tidak disahkan dalam waktu 30 hari sejak disetujui bersama, RUU tersebut sah menjadi UU |
|||
|
Fungsi DPR dan Hak DPR |
20A |
1 |
DPR memiliki fungsi legislatif, anggaran, dan pengawasan |
|
|
2 |
Wewenang DPR = Dalam melaksanakan fungsi tersebut, DPR mempunyai hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat |
|||
|
3 |
Wewenang DPR = DPR mempunyai hak mengajukan pertanyaan, menyampaikan usul dan pendapat, dan hak imunitas |
|||
|
4 |
Ketentuan mengenai hak DPR dan anggota DPR diatur UU |
|||
|
Pengajuan RUU oleh Anggota DPR |
21 |
|
Anggota DPR berhak mengajukan RUU |
|
|
Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perpu) |
22 |
1 |
Wewenang Presiden = Dalam keadaan genting, Presiden berhak menetapkan Perpu |
|
|
2 |
Perpu tersebut harus mendapatkan persetujuan DPR dalam sidang berikutnya |
|||
|
3 |
Jika tidak mendapat persetujuan, Perpu harus dicabut |
|||
|
Pembentukan UU |
22A |
|
Ketentuan Pembentukan UU diatur UU |
|
|
Pemberhentian Anggota DPR |
22B |
|
Anggota DPR dapat diberhentikan dari jabatannya, diatur UU |
|
|
VIIA – DPD |
Anggota DPD |
22C |
1 |
Anggota DPD dipilih dari setiap provinsi melalui pemilu |
|
Jumlah Angota DPD |
2 |
Anggota DPD dari setiap provinsi jumlahnya sama Jumlah seluruh anggota DPD tidak lebih dari 1/3 jumlah anggota DPR |
||
|
Sidang DPD |
3 |
DPD bersidang minimal 1x setahun |
||
|
Susunan DPD |
4 |
Susunan dan kedudukan DPD diatur UU |
||
|
Wewenang DPD |
22D |
1 |
Wewenang DPD = Mengajukan RUU kepada DPR berkaitan dengan: a. otonomi daerah b. hubungan pusat-daerah c. pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah d. pengelolaan SDA dan sumber daya ekonomi e. perimbangan keuangan pusat-daerah |
|
|
2 |
Wewenang DPD = Ikut membahas RUU yang berkaitan dengan: a. otonomi daerah b. hubungan pusat-daerah c. pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah d. pengelolaan SDA dan sumber daya ekonomi e. perimbangan keuangan pusat-daerah Wewenang DPD = Memberikan pertimbangan atas: a. RUU APBN b. RUU yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama |
|||
|
3 |
Wewenang DPD = Melakukan pengawasan dan menyampaikan hasil pengawasan kepada DPR atas pelaksanaan UU mengenai: a. otonomi daerah b. hubungan pusat-daerah c. pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah d. pengelolaan SDA dan sumber daya ekonomi e. pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan, dan agama |
|||
|
Pemberhentian Anggota DPD |
4 |
Anggota DPD dapat diberhentikan dari jabatannya, diatur UU |
||
|
VIIB – Pemilihan Umum |
Asas Pemilu dan Waktu Pemilu |
22E |
1 |
Pemilu dilaksakanan secara langsung, umum, bebas, jujur, dan adil setiap 5 tahun sekali |
|
Tujuan Pemilu |
2 |
Pemilu dilaksanakan untuk memilih: a. Anggota DPR b. Anggota DPD c. Presiden dan Wakil Presiden d. Anggota DPRD |
||
|
Peserta Pemilu |
3 |
Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPR dan anggota DPRD adalah partai politik |
||
|
4 |
Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPD adalah perseorangan |
|||
|
Penyelenggara Pemilu |
5 |
Pemilu diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri |
||
|
Ketentuan Pemilu |
6 |
Ketentuan mengenai Pemilu diatur UU |
||
|
VIII – Hal Keuangan |
APBN |
23 |
1 |
APBN ditetapkan setiap tahun dengan UU dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggungjawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat |
|
2 |
RUU APBN diajukan Presiden untuk dibahas bersama DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD |
|||
|
3 |
Apabila RUU APBN tidak disetujui DPR, Pemerintah menjalankan APBN tahun lalu |
|||
|
Pajak |
23A |
|
Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur UU |
|
|
Mata Uang |
23B |
|
Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan UU |
|
|
Hal-hal Lain Mengenai Keuangan Negara |
23C |
|
Hal-hal lain mengenai keuangan negara diatur UU |
|
|
Bank Sentral |
23D |
|
Negara memiliki bank sentral yang ketentuannya diatur UU |
|
|
VIIIA – Badan Pemeriksa Keuangan |
Fungsi BPK |
23E |
1 |
BPK dibentuk untuk memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara BPK bebas dan mandiri |
|
Hasil Pemeriksaan BPK |
2 |
Hasil pemeriksaan BPK diserahkan kepada DPR, DPD, dan DPRD sesuai dengan kewenangannya |
||
|
3 |
Hasil pemeriksaan BPK tersebut ditindaklanjuti sesuai UU |
|||
|
Anggota BPK |
23F |
1 |
Anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD Anggota BPK diresmikan oleh Presiden |
|
|
Pimpinan BPK |
2 |
Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota BPK |
||
|
Kedudukan BPK |
23G |
1 |
BPK berkedudukan di Ibukota Negara BPK memiliki perwakilan di setiap provinsi |
|
|
Ketentuan BPK |
2 |
Ketentuan mengenai BPK diatur UU |
||
|
IX – Kekuasaan Kehakiman |
Fungsi Kekuasaan Kehakiman |
24 |
1 |
Kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka untuk menegakkan hukum dan keadilan |
|
MA dan MK |
2 |
Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh MA dan badan yang berada di bawahnya, yaitu lingkungan: a. peradilan umum b. peradilan agama c. peradilan militer d. peradilan tata usaha negara Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh MK |
||
|
Ketentuan Kekuasaan Kehakiman |
3 |
Badan-badan lain yang berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur UU |
||
|
Wewenang MA |
24A |
1 |
Wewenang MA = Mengadili tingkat kasasi Wewenang MA = Menguji peraturan di bawah UU dengan UU Wewenang MA = Diatur UU |
|
|
Syarat Hakim Agung |
2 |
Syarat Hakim Agung: a. memiliki integritas dan kepribadian tidak tercela b. adil c. profesional d. berpengalaman di bidang hukum |
||
|
Mekanisme Hakim Agung |
3 |
Calon Hakim Agung diusulkan KY kepada DPR Setelah disetujui DPR, ditetapkan oleh Presiden |
||
|
4 |
Ketua dan wakil ketua MA dipilih oleh Hakim Agung |
|||
|
Ketentuan MA |
5 |
Ketentuan MA diatur UU |
||
|
Wewenang KY |
24B |
1 |
KY bersifat mandiri Wewenang KY = Mengusulkan Calon Hakim Agung Wewenang KY = Menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim |
|
|
Syarat Anggota KY |
2 |
Syarat Anggota KY: a. mempunyai pengetahuan dan pengalaman di bidang hukum b. memiliki integritas dan kepribadian tidak tercela |
||
|
Mekanisme Anggota KY |
3 |
Anggota KY diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR |
||
|
Ketentuan KY |
4 |
Ketentuan KY diatur UU |
||
|
Wewenang MK |
24C |
1 |
Wewenang MK = Mengadili tingkat pertama dan tingkat terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD Wewenang MK = Memutuskan sengketa kewenangan lembaga yang diberikan oleh UUD Wewenang MK = Memutuskan pembubaran Parpol Wewenang MK = Memutuskan perselisihan tentang hasil Pemilu |
|
|
Wewenang MK atas Usul Pemberhentian Presiden/Wapres |
2 |
Wewenang MK = Memberikan keputusan atas usul dugaan pelanggaran oleh Presiden/Wakil Presiden menurut UUD |
||
|
Anggota MK dan Mekanisme Anggota MK |
3 |
Anggota MK terdiri dari 9 orang yang ditetapkan oleh Presiden, yang diajukan: a. 3 orang oleh MA b. 3 orang oleh DPR c. 3 orang oleh Presiden |
||
|
4 |
Ketua dan wakil ketua MK dipilih dari dan oleh Hakim Konstitusi |
|||
|
Syarat Hakim Konstitusi |
5 |
Syarat Hakim Konstitusi: a. memiliki integritas dan kepribadian tidak tercela b. adil c. menguasai konstitusi dan ketatanegaraan d. tidak merangkap sebagai pejabat negara |
||
|
Ketentuan MK |
6 |
Ketentuan mengenai Hakim Konstitusi dan MK diatur UU |
||
|
Syarat Menjadi dan Diberhentikan sebagai Hakim |
25 |
|
Syarat menjadi dan untuk diberhentikan sebagai hakim diatur UU |
|
|
IXA – Wilayah Negara |
Wilayah NKRI |
25A |
|
NKRI adalah negara kepulauan NKRI berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan UU |
|
X – Warga Negara dan Penduduk |
Warga Negara |
26 |
1 |
WN = a. bangsa Indonesia asli b. bangsa lain yang disahkan UU |
|
Penduduk |
2 |
Penduduk = WN dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia |
||
|
Ketentuan WN dan Penduduk |
3 |
Ketentuan mengenai WN dan penduduk diatur UU |
||
|
Hak dan Kewajiban WN dalam Hukum |
27 |
1 |
Semua WN sama kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan Semua WN wajib menjunjung hukum dan pemerintahan |
|
|
Hak WN atas Pekerjaan dan Penghidupan yang Layak |
2 |
Setiap WN berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan |
||
|
Hak dan Kewajiban WN dalam Upaya Bela Negara |
3 |
Setiap WN berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara |
||
|
Hak Berserikat, Berkumpul, dan Berpendapat |
28 |
|
a. Kemerdekaan berserikat dan berkumpul b. Kemerdekaan mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan Keduanya ditetapkan dengan UU |
|
|
XA – Hak Asasi Manusia |
Hak Hidup |
28A |
|
Hak untuk hidup dan mempertahankan hidup |
|
Hak Berkeluarga dan Melanjutkan Keturunan |
28B |
1 |
Hak untuk berkeluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah |
|
|
Hak Anak |
2 |
Anak berhak untuk melangsungkan hidup, tumbuh, berkembang, dan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi |
||
|
Hak Pengembangan Diri dan Pendidikan |
28C |
1 |
Hak untuk: a. mengembangkan diri b. mendapatkan pendidikan c. memperoleh manfaat dari pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya d. meningkatkan kualitas hidup |
|
|
Hak Memajukan Pembangunan |
2 |
Hak untuk memajukan diri dalam memperjuangkan hak secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negara |
||
|
Hak dalam Hukum |
28D |
1 |
Hak atas: a. pengakuan hukum b. jaminan hukum c. perlindungan hukum d. kepastian hukum |
|
|
Hak dalam Pekerjaan |
2 |
Hak untuk: a. bekerja b. mendapat imbalan kerja c. mendapat perlakukan yang adil dan layak dalam pekerjaan |
||
|
Hak dalam Pemerintahan |
3 |
Hak untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan |
||
|
Hak atas KeWNan |
4 |
Hak atas status kewarganegaraan |
||
|
Hak untuk Memilih |
28E |
1 |
Hak untuk memilih: a. agama dan beribadah b. pendidikan dan pengajaran c. pekerjaan d. kewarganegaraan e. tempat tinggal f. meninggalkan tempat tinggal g. kembali ke tempat tinggal |
|
|
Hak dalam Keyakinan Hati Nurani |
2 |
Hak untuk: a. meyakini kepercayaan b. menyatakan pikiran dan sikap keduanya sesuai hati nurani |
||
|
Hak Berserikat, Berkumpul, dan Berpendapat |
3 |
Hak untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat |
||
|
Hak dalam Komunikasi dan Memperoleh Informasi |
28F |
|
Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi Hak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan berbagai media |
|
|
Hak Perlindungan dan Rasa Aman |
28G |
1 |
Hak atas perlindungan diri, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda miliknya Hak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu |
|
|
2 |
Hak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia Hak memperoleh suaka politik dari negara lain |
|||
|
Hak Hidup Layak |
28H |
1 |
Hak untuk hidup sejahtera lahir batin bertempat tinggal, dan medapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. |
|
|
Hak Perlakuan Khusus |
2 |
Hak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan |
||
|
Hak Jaminan Sosial |
3 |
Hak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. |
||
|
Hak Kepemilikan |
4 |
Hak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun. |
||
|
Hak yang Tidak Dapat Dikurangi |
28I |
1 |
a. hak untuk hidup b. hak untuk tidak disiksa c. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani d. hak beragama e. hak untuk tidak diperbudak f. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum g. hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut |
|
|
Hak untuk Bebas dari Perlakuan Diskriminatif |
2 |
Hak untuk bebas atas perlakuan diskriminatif Hak untuk mendapat perlindungan dari perlakuan diskriminatif |
||
|
Hak Kebudayaan |
3 |
Identitas kebudayaan dan hak tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman |
||
|
Tanggungjawab Negara atas HAM |
4 |
Negara, khususnya Pemerintah, bertanggungjawab atas pemenuhan, pemajuan, penegakkan, dan pemenuhan HAM |
||
|
Ketentuan UU |
5 |
HAM diatur UU |
||
|
Kewajiban atas HAM |
28J |
1 |
Setiap orang wajib menghormati HAM orang lain |
|
|
2 |
Setiap orang wajib tunduk pada batasan HAM yang diatur UU |
|||
|
XI – Agama |
Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa |
29 |
1 |
Negara berdasarkan Ketuhanan YME |
|
Kebebasan Beragama dan Beribadah |
2 |
Negara menjamin kemerdekaan penduduk untuk memeluk agama dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya |
||
|
XII – Pertahanan dan Keamanan Negara |
Hak dan Kewajiban WN dalam HANKAM |
30 |
1 |
Tiap WN berhak dan wajib ikut dalam usaha pertahanan dan keamanan negara |
|
Sistem HANKAMRATA |
2 |
Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem HANKAMRATA oleh TNI dan POLRI sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung |
||
|
TNI |
3 |
TNI terdiri atas AD, AL, dan AU sebagai alat negara Tugas TNI adalah mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara |
||
|
POLRI |
4 |
POLRI sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Tugas POLRI adalah melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum |
||
|
Ketentuan HANKAM |
5 |
Ketentuan mengenai TNI, POLRI, hubungan keduanya, serta keikutsertaan WN dalam pertahanan dan keamanan negara diatur UU |
||
|
XIII – Pendidikan dan Kebudayaan |
Hak WN atas Pendidikan |
31 |
1 |
Setiap WN berhak mendapat pendidikan |
|
Pendidikan Dasar |
2 |
Setiap WN berhak mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya |
||
|
Sistem Pendidikan Nasional |
3 |
Pemerintah mengusahakan sistem pendidikan nasional yang diatur UU |
||
|
Anggaran Pendidikan dalam APBN dan APBD |
4 |
Negara memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN dan APBD |
||
|
IPTEK |
5 |
Pemerintah memajukan IPTEK dengan menjunjung nilai agama dan persatuan bangsa |
||
|
Kebebasan Berbudaya |
32 |
1 |
Negara memajukan kebudayaan nasional dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam mengembangkan dan memelihara kebudayaannya |
|
|
Bahasa Daerah |
2 |
Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional |
||
|
XIV – Perekonomian Nasional & Kesejahteraan Sosial |
Asas Perekonomian Nasional |
33 |
1 |
Perekonomian disusun atas usaha bersama atas asas kekeluargaan |
|
Bidang Produksi Vital |
2 |
Cabang-cabang produksi penting dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara |
||
|
Bumi dan Kekayaan Alam |
3 |
Bumi dan kekayaan alam dikuasai negara dan digunakan untuk sebensar-besarnya kemakmuran rakyat |
||
|
Prinsip Perekonomian Nasional |
4 |
Perekonomian nasional disusun berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip: a. kebersamaan b. efisiensi berkeadilan c. berkelanjutan d. berwawasan lingkungan e. kemandirian f. menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional |
||
|
Ketentuan Perekonomian Nasional |
5 |
Ketentuan Perekonomian Nasional diatur UU |
||
|
Fakir Miskin dan Anak Terlantar |
34 |
1 |
Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara |
|
|
Jaminan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat |
2 |
Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat Negara memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan |
||
|
Pelayanan Kesehatan dan Fasilitas Umum |
3 |
Negara bertanggung jawab atas fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas umum yang layak |
||
|
Ketentuan Kesejahteraan Sosial |
4 |
Ketentuan Kesejahteraan Sosial diatur UU |
||
|
XV – Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan |
Bendera Negara |
35 |
|
Bendera Negara Indonesia = Sang Merah Putih |
|
Bahasa Negara |
36 |
|
Bahasa Negara = Bahasa Indonesia |
|
|
Lambang Negara |
36A |
|
Lambang Negara = Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika |
|
|
Lagu Kebangsaan |
36B |
|
Lagu Kebangsaan = Indonesia Raya |
|
|
Ketentuan Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan |
36C |
|
Ketentuan mengenai Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan diatur UU |
|
|
XVI – Perubahan UUD |
Syarat dan Mekanisme Perubahan UUD |
37 |
1 |
Usul perubahan UUD dapat diagendakan dalam sidang MPR jika: Diajukan minimal 1/3 jumlah anggota MPR |
|
2 |
Usul perubahan UUD diajukan tertulis dan dijelaskan bagian yang diusulkan untuk diubah serta alasannya |
|||
|
3 |
Syarat mengubah UUD: Sidang MPR dihadiri 2/3 jumlah anggota MPR |
|||
|
4 |
Putusan untuk mengubah pasal-pasal UUD dilakukan jika: Disetujui minimal 50% ditambah satu anggota dari seluruh anggota MPR |
|||
|
5 |
Khusus mengenai bentuk NKRI tidak bisa dilakukan perubahan |
|||
|
Aturan Peralihan |
|
I |
|
Semua peraturan perundangan yang ada tetap berlaku selama belum diadakan yang baru menurut UUD |
|
|
II |
|
Semua lembaga negara yang ada tetap berfungsi sepanjang untuk melaksanakan UUD dan belum diadakan baru menurut UUD |
|
|
|
III |
|
MK dibentuk selambat-lambatnya 17 Agustus 2003 Sebelum dibentuk, kewenangannya dilakukan oleh MA |
|
|
Aturan Tambahan |
|
I |
|
MPR melakukan peninjauan materi dan status hukum TAP MPRS dan TAP MPR untuk diambil putusan pada sidang MPR tahun 2003 |
|
|
II |
|
Dengan ditetapkannya UUD ini, UUD Negara RI Tahun 1945 terdiri atas Pembukaan dan Pasal-Pasal |
Friday, September 27, 2013
RANGKUMAN UUD 1945
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment